Macam-macam bisnis online

bisnis online

Bisnis online itu sangat beragam dan banyak macamnya. Secara umum kita bisa membagi bisnis online berdasarkan kategori tertentu yakni :

1. Berdasarkan jenis produk yaitu barang dan jasa.

Untuk jenis produk berupa barang dapat kita kelompokkan lagi menjadi dua, yakni barang digital dan barang fisik. Barang digital yaitu produk yang secara fisik tidak dapat disentuh tetapi dapat dirasakan manfaatnya. Barang digital dapat dilihat dengan bantuan komputer atau peralatan lainnya untuk membuka produk digital tersebut. Contohnya seperti software komputer, web, video, audio, foto, template, themes, script, dan lain-lain. Sedangkan barang fisik adalah produk yang secara fisik dapat disentuh dan dilihat secara langsung tanpa bantuan peralatan lain. Contohnya seperti barang-barang elektronik, pakaian, makanan, minuman, kerajinan tangan, barang-barang furniture, dan lain-lain. Manfaatnya dapat kita rasakan dengan cara memegang, memakai, atau menggunakannya secara langsung.

Untuk jenis produk jasa juga dapat kita kelompokkan menjadi dua yaitu online dan offline. Jika dalam proses pengerjaannya, jasa tersebut banyak menggunakan perangkat digital dan hasil akhirnya juga dibuat dalam bentuk digital, maka ini dikategorikan sebagai jasa online. Contohnya seperti jasa sewa domain dan hosting, jasa desain web, jasa pembuatan software, jasa seo, jasa buzzer, jasa pemasangan iklan, dan lain-lain.

Sedangkan jika proses pengerjaannya banyak menggunakan peralatan offline atau hasil akhirnya dibuat dalam bentuk fisik, bisa dilihat dan dipegang secara langsung, maka ini dikategorikan sebagai jasa offline. Jasa seperti ini banyak kita temukan di sekitar kita seperti jasa perbaikan barang, jasa pengiriman barang, jasa rental, catering, jasa percetakan, jasa event organizer, jasa pengetikan dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Berdasarkan Kepemilikan Produk yaitu Merchant/Product Creator dan Affiliate Marketer/Reseller/Referral Affiliate Marketing.

Dalam perkembangannya sekarang ini seorang product creator lebih identik dengan produk digital. Maksudnya, produk yang dibuat oleh seorang product creator biasanya dalam bentuk digital karena kemudahan dalam proses pembuatannya dan memang sebagian besar prosesnya dapat dilakukan sendiri. Memang dibutuhkan skill dan kemampuan khusus untuk bisa membuat produk sendiri. Akan tetapi tidak selamanya seorang product creator harus membuat produknya sendiri, adakalanya mereka bisa membelinya dari orang lain, lalu menjualnya dan mengklaim kepemilikannya.

Di dalam bisnis online hal ini dibolehkan asalkan tidak melanggar ketentuan pembuatnya. Ada beberapa macam lisensi (ketentuan) produk yang perlu kita ketahui:

  • RR (Resale Rights). Produk ini dapat dijual kembali dan keuntungannya 100% masuk ke kantong sendiri. Tetapi kita tidak boleh memberikan hak jual ulang pada pembeli berikutnya. Maksudnya hak jual ulang terputus kepada kita selaku pembeli pertama.
  • MRR (Master Resale Rights). Sama seperti pada produk RR, produk MRR dapat dijual kembali dan 100% keuntungannya juga jadi milik kita. Bedanya adalah kita dibolehkan memberikan hak jual ulang pada pembeli kedua, ketiga, dan seterusnya. Pembeli kedua atau pembeli berikutnya juga berhak mendapatkan keuntungan dengan menjualnya lagi sama seperti yang kita lakukan.
  • PLR (Private Label Rights). Produk PLR dapat dijual kembali dan keuntungannya 100% menjadi milik kita. Selain dapat dijual kembali, knda juga dapat merubah, memodifikasi, menambah, atau mengurangi isinya, dan mengklaimnya sebagai milik sendiri. Produk yang sudah dimodifikasi tersebut bisa kita dijual dengan harga yang kita inginkan tanpa harus mengikuti harga awal yang ditentukan pembuatnya.
  • Rebranding Produk. Rebranding biasanya tidak boleh dijual, hanya boleh dibagikan atau didistribusikan secara gratis. Pada produk ini, biasanya kita hanya diizinkan mengganti beberapa link website penulis menjadi link website kita. Untuk nama penulis, isi atau kontennya, sama sekali tidak boleh diubah, apalagi diakui sebagai milik sendiri.

Affiliate Marketer/Reseller/Referral Affiliate Marketing merupakan program kerjasama pemasaran antara pemilik produk dengan pemasar. Affiliate Marketing adalah salah satu bentuk strategi pemasaran di internet (internet marketing) dimana para pemilik produk (merchant) membuka peluang kerjasama dengan orang lain (affiliate) untuk mempromosikan atau menjual produk mereka.

Di dalam bisnis affiliate pemilik produk biasa disebut sebagai merchant, yakni individu atau perusahan yang memiliki website atau produk yang membuka program kerjasama affiliate. Sedangkan pemasar sering disebut sebagai affiliate marketer atau marketer saja. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah reseller. Bedanya, reseller diharuskan membeli produk merchant terlebih dulu baru bisa ikut memasarkan produknya. Sedangkan affiliate merketer tidak diharuskan membeli produk lebih dulu.

Dalam bisnis affiliate, baik merchant atau marketer sama-sama diuntungkan. Merchant diuntungkan dengan semakin banyaknya orang yang memasarkan produknya tanpa pusing memikirkan biaya untuk memasarkan atau menjual produknya. Marketer hanya dibayar jika mereka berhasil menjual produk. Sedangkan marketer diuntungkan dengan tidak dipusingkan lagi dengan urusan-urusan teknis pembuatan produk, yang mungkin akan sangat sulit membuatnya terlebih untuk pebisnis online pemula. Selain itu, seorang marketer juga tidak dipusingkan dengan bagaimana cara membuat sistem website yang canggih.

Tugas seorang marketer hanyalah memasarkan produk dan mendatangkan sebanyak mungkin pembeli. Karena penghasilan seorang marketer ditentukan dari seberapa banyak produk yang berhasil ia jual. Semakin banyak produk yang berhasil dijual maka akan semakin besar komisi yang akan diterimanya. Besarnya komisi juga sudah ditentukan merchant, biasanya berkisar 20% hingga 70% dari harga produk.

Sebenarnya banyak sekali macam dan jenis dari bisnis affiliate ini. Seorang marketer tidak hanya dibayar per penjualan, tapi ada juga marketer dibayar per klik, per lead, per download, per tampilan. Bermacam-macam model bisnis yang termasuk dalam model bisnis affiliate seperti PPC, PPS, PPL, PPI, PTC, PTR, CPA dan lain-lain.

Bisnis affiliate merupakan bisnis yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan dan sangat dianjurkan bagi pemula yang baru pertama kali terjun menggeluti bisnis online. Untuk menjadi seorang affiliate marketer kita hanya perlu mendaftar dan menjadi member di salah satu website yang menawarkan kerjasama affiliate marketing dan mempromosikan sebuah link yang diberikan oleh pemilik produk.

3. Berdasarkan Proses Bisnisnya.

  • Online to online. Maksudnya bisnis online dengan produk barang digital atau jasa online, yang keseluruhan proses bisnisnya menggunakan internet. Strategi pemasarannya juga tetap menggunakan internet. Dengan memanfaatkan tool atau website yang memungkinkan untuk melakukan promosi dan mendatangkan sebanyak mungkin pengunjung ke website miliknya. Intinya keseluruhan sendi-sendi proses bisnisnya tetap menggunakan internet.
  • Online to offline. Maksudnya bisnis online dengan produk barang digital atau jasa online, yang kemudian dipasarkan atau sebagian proses bisnisnya menggunakan media offline. Sebagian proses bisnisnya menggunakan internet, sebagian lagi tidak. Hal ini dimungkinkan saja dengan maksud dan tujuan yang berbacam-macam. Mungkin ingin memperkenalkan produk pada pasar lokal lebih dulu, atau ingin mengeksplorasi pasar terdekat dulu, atau untuk kegiatan sosial. Dan berbagai macam maksud dan tujuan lainnya.
  • Offline to online. Maksudnya bisnis offline dengan produk barang fisik atau jasa offline, yang kemudian dipasarkan atau sebagian proses bisnisnya menggunakan media internet. Sama seperti proses bisnis online to offline. Sebagian menggunakan internet sebagian lagi tidak. Dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda pula. Tapi biasanya bisnis offline yang kemudian menggunakan media online bertujuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

4. Berdasarkan Sistem Websitenya. Banyak sekali kita temukan di internet website yang memiliki sistem yang unik, berbeda dari yang lain. Keunikan yang mereka tampilkan sebenarnya lebih dilandasi keinginan untuk memberikan sesuatu yang baru dan berbeda kepada pengunjung guna menarik sebanyak mungkin pengunjung.

Secara umum ada 7 sistem website bisnis yang biasa digunakan oleh mereka yang ingin menghasilkan dari internet, yaitu:

  • Company Profile. Website Company profile terdiri dari beberapa halaman statis, seperti halaman Home, Product, About, Contact, Portofolio, dan lain-lain. Masing-masing halaman mewakili informasi yang ingin ditampilkan. Informasi yang ditampilkan biasanya seputar produk, tata cara pemakaian produk, layanan purna jual, ataupun tentang proyek yang sedang mereka kerjakan. Belakangan website bisnis jenis ini banyak menambahkan berbagai fitur dari sisi konten dan layanan. Bahkan ada juga yang menggabungkannya dengan sistem website bisnis lainnya, misalkan dengan menambahkan sistem membership semisal forum. Forum biasanya mereka gunakan sebagai ajang diskusi sesama konsumen untuk saling bertukar informasi dan pengalaman selama mereka menggunakan produk perusahaan.
  • Membership. Website membership adalah website dengan sistem keanggotaan. Siapapun yang ingin menggunakan fasilitas yang ada di dalam website harus mendaftar terlebih dulu. Pendaftaran biasanya gratis, namun tak jarang website dengan sistem membership mengharuskan anggotanya untuk membayar. Sistem pembayarannya juga bervariasi. Ada yang menggunakan sistem pembayaran bulanan, tahunan, bayar saat digunakan, atau sekali bayar seumur hidup. Fokus dari website ini adalah menjaring sebanyak mungkin member dan menghadirkan konten yang hanya bisa dinikmati oleh member.
  • Online Shop. Online shop atau toko online adalah jenis website yang bertujuan untuk transaksi jualbeli yang dilakukan secara online. Produk yang diperjualbelikan biasanya berupa barang digital atau fisik. Tapi kebanyakan adalah produk fisik. Yang sangat membedakan website jenis ini dari website lainnya adalah dari sisi tampilannya. Website toko online banyak berisi katalog produk beserta daftar harganya. Ditambah dengan informasi singkat mengenai produk, tombol beli dan tombol shopping cart. Produk yang ditampilkan dibuat semenarik mungkin, agar pengunjung tertarik dan segera menekan tombol beli. Dibagian lain website ini tak lupa untuk selalu menampilkan informasi mengenai cara pembelian, cara pembayaran, dan cara pengiriman barang. Layaknya seperti ruko atau toko yang ada di pasar, toko online adalah toko yang ada di internet. Jadi seperti Anda membuka lapak baru di dunia internet. Fokus dari website jenis ini adalah menampilkan informasi mengenai produk dan menghasilkan uang dari setiap penjualan produk.
  • Blog. Blog adalah sebuah website yang berbentuk seperti jurnal atau diary online. Biasanya pemiliknya adalah perorangan, tapi ada juga yang dikelola organisasi atau perusahaan. Blog berisi tentang tulisan, artikel, ide, atau pemikiran dari si empunya blog. Selain berupa tulisan, tak jarang blog juga diisi dengan berbagai konten website lainnya seperti video, audio, atau gambar. Pengunjung yang datang dapat memberikan komentar dari setiap artikel yang ditulis. Dengan adanya komentar ini maka blog dapat juga dijadikan sebagai tempat untuk berdiskusi atau saling bertukar pikiran. Maka ada pula yang menyebut blog sebagai website sosial media, karena ada interaksi didalamnya.
  • Ministe/Sales Page. Sesuai dengan namanya minisite adalah versi mini dari sebuah website. Biasanya hanya terdiri dari satu halaman utama dan halaman lainnya sebagai pendukung. Maksud dan tujuan dari website jenis terlihat jelas dari apa yang ditampilkan di websitenya. Karena biasanya minisite digunakan sebagai website penjualan dengan cara hard selling. Maka isi website secara tegas dan gamblang berisi tawaran atau ajakan langsung kepada pengunjung untuk membeli produk.
  • Squeeze Page/Opt-in Page Hampir sama seperti minisite, tegas, lugas, dan langsung to the point. Bahkan squeeze page lebih mini lagi karena biasanya hanya terdiri dari satu halaman saja. Halaman utama squeeze page hanya berisi sedikit kata-kata namun intinya tetap penawaran. Squeeze page berisi penawaran dan ajakan kepada pengunjung untuk mengisi sebuah form yang biasa disebut form opt-in. Melalui form ini pengunjung diminta untuk mengisi data-data tentang dirinya jika ingin mendapatkan apa yang ditawarkan oleh pemilik website. Squeeze page banyak digunakan oleh pelaku bisnis online untuk menangkap nama dan alamat email pengunjung.
  • Landing Page. Landing page itu sendiri berarti halaman pendaratan. Landing page adalah sebuah halaman tujuan yang digunakan ketika ada sesorang yang mengklik sebuah iklan yang ada di sebuah website. Landing page biasa digunakan oleh affiliate marketer untuk membuat penawaran sendiri sebelum pengunjung dibawa ke website penawaran yang sebenarnya. Landing page dirancang secara khusus dan berdiri sendiri. Berdiri sendiri maksudnya landing page tidak memiliki hubungan dengan website lain dari sisi navigasi atau yang lainnya. Landing page dibuat untuk satu kampanye pemasaran tertentu. Satu kampanye untuk satu landing page. Tujuan landing page adalah meningkatkan konversi penjualan menjadi lebih baik. Dengan memberikan penawaran yang berbeda dari affiliate lain, diharapkan peluang terjadinya penjualan akan semakin besar. Tak jarang pada sebuah landing page ditampilkan juga form opt-in untuk mengumpulkan nama dan email pengunjung. Jadi, baik minisite ataupun squeeze page bisa juga dikatakan sebagai landing page. Fokus dari website bisnis seperti ini adalah menampilkan informasi dan penawaran yang berbeda untuk meningkatkan konversi penjualan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *